FGD Analisis Smart Environment: Prodi Geografi Unkhair Gandeng DLH, Dinkes, dan 5 LSM Bahas Sampah di Ternate
TERNATE – Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Khairun menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Analisis Smart Environment Terhadap Pengelolaan Sampah di Kota Ternate" pada 02 Mei 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan Kota Ternate, serta lima LSM dan komunitas, yaitu:
- Ankam
- Bengkel Pulau
- Eco Bhineka
- Relawan Siaga
- Ternate Creative Space (Ikiruka)
Tim peneliti dari dosen program studi pendidikan geografi, Lely Adriani Nasution, M.Pd., memaparkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama mewujudkan Smart Environment di Ternate. Minimnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, serta tumpukan sampah di pesisir menjadi sorotan utama.
Dinas Kesehatan Kota Ternate yang turut hadir menyoroti dampak buruk penumpukan sampah terhadap kesehatan masyarakat. Perwakilan Dinkes mengungkapkan bahwa data tahun 2024 menunjukkan peningkatan kasus penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang berkorelasi dengan buruknya pengelolaan sampah di sejumlah kelurahan. Dinkes berharap FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi terpadu antara kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit.
Para LSM turut memberikan masukan, mulai dari advokasi kebijakan (Ankam), pemberdayaan pesisir (Bengkel Pulau), kajian ekologi bahari (Eco Bhineka), mitigasi darurat sampah (Relawan Siaga), hingga pendekatan kreatif melalui seni dan edukasi publik (Ternate Creative Space).
Beberapa rekomendasi awal yang muncul dari FGD antara lain:
- Penguatan bank sampah unit berbasis komunitas di setiap kelurahan dengan pendampingan dari LSM dan akademisi.
- Pemanfaatan teknologi digital untuk pemantauan volume sampah dan jadwal pengangkutan secara real-time.
- Kolaborasi riset aksi antara Prodi Geografi dan para LSM dalam merancang model pengelolaan sampah zero waste yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
- Pelibatan Ternate Creative Space (Ikiruka) dalam kampanye publik melalui seni mural, pameran daur ulang, dan lokakarya kreatif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan warga.
DLH Kota Ternate menyambut baik kolaborasi ini dan berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi FGD, termasuk pemetaan berbasis SIG serta penguatan bank sampah komunitas. "Kami berharap hasil FGD ini tidak hanya menjadi diskusi, tetapi bisa diimplementasikan menjadi kebijakan nyata yang terintegrasi antara lingkungan dan kesehatan," ujar Lely.